Tausiyah Islami

Berbagi ilmu dan pengetahuan tentang Islam

Dua Bocah Rawat Ibunya Karena Lumpuh

Demi membantu kebutuhan hidup ibunya yang lumpuh sejak dua tahun terakhir. Ayu dan Hafid kerap membolos dan tidak masuk sekolah karena
sibuk merawat ibunya. Selain cari nafkah bocah iin juga bertanggungjawab memasak dan mencuci pakaian.

Rutinitas Ayu Ramayanti (13) dan Hafid (10), dua bocah warga Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, sangat berbeda dengan kegiatan bocah-bocah lain seusianya.

Sebelum berangkat ke sekolah, keduanya membantu berbagai kebutuhan hidup sang ibu, Appung (37) yang menderita lumpuh sejak dua tahun terakhir. Mereka mengurus sang ibu saat mandi, buang air, memasak, dan menyuapinya. dari mandi dan buang air, memasak hingga menyuapi ibunya.

Setiap hari pula, Ayu dan Hafid tak lupa memijat-mijat kaki dan tangan ibunya. Mereka berharap, saraf-saraf di kaki dan tangan ibunya bisa berfungsi kembali, sehingga sang ibu bisa kembali sehat.

Akibat kesibukan itu, keduanya kerap terlambat ke sekolah. Tak jarang pada jam istirahat, mereka harus pulang menjenguk dan membantu keperluan ibunya.

Pada hari Sabtu, Ayu dan Hafid bahkan kerap tak pergi ke sekolah karena harus mengantar ibunya menjalani terapi di sebuh puskesmas.

“Saya sering merasa kelelahan dan sudah berkali-kali saya minta berhenti sekolah, tapi tak diizinkan kepala sekolah. Mereka meminta saya tetap ke sekolah meski sering bolos atau tidak ke sekolah karena sibuk mengurus keperluan ibu,” ujar Ayu sambil menangis.

“Belum lagi saya masih harus bekerja berjualan di warung agar bisa menghidupi ibu saya,” ujar Ayu lagi.

Ayu pun memang menjadi tulang punggung untuk mencari nafkah bagi keluarganya ini, Profesi sebagai pedagang kaki lima dilakoni Ayu setelah pulang sekolah. Mulai pukul 16.00 sampai pukul 22.00 dia bekerja sebagai penunggu lapak sate. Ayu menerima upah Rp 10.000-Rp 15.000 per hari, tergantung ramai tidaknya warung. Profesi ini ditekuni ayu sejak masih kelas IV SD. Kini Ayu tercatat sebagai murid di SMPN 1 Wonomulyo.

Sementara, Hafid yang baru kelas IV SD di Wonomulyo kerap menjadi tukang cuci mobil dengan upah Rp 5.000 per hari.

Para guru dan siswa yang bersimpati dengan kehidupan keluarga Ayu pun bergotong royong menghimpun sumbangan di kalangan guru dan siswa secara patungan, hingga terkumpul dana sebesar Rp 3 juta. Dana ini separuhnya digunakan untuk biaya kontrakan rumah, selebihnya untuk biaya hidup keluarga Ayu.

Appung hanya bisa meneteskan air mata kesedihan ketika rumah kontrakannya dikunjungi warga dan tetangga. Appung mengaku sudah empat kali pindah rumah dan menumpang di rumah warga sejak dua tahun terakhir, karena tak punya rumah.

Suaminya, Sumarman menghilang dan meninggalkan Appung dan dua anaknya saat keluarga kecil ini sedang tak berdaya. “Saya bingung dalam kondisi lumpuh dan tak berdaya seperti ini anak-anak saya masih kecil. Hidup saya kini tergantung pada Ayu. Saya sedih ayu sering minta berhenti sekolah karena tak bisa menjalani semuanya. Saya juga tak bisa memaksa karena saya cuma berharap satu-satunya pada Ayu,” ujar Appung.

Misna Rasyid, salah satu warga yang bersimpati dengan keluarga Appung ini mengaku sedih melihat kehidupan Appung dan keluarganya. Dia pun tak henti-hentinnya menggugah warga, dan siapa saja agar bisa turut meringankan beban hidup keluarga Appung.

Misna juga berharap pemerintah bisa meringankan beban keluarga ini. “Saya sebagai tetangga merasa prihatin. Bukan hanya Appung yang lumpuh terancam masa depannya, tapi juga kedua anaknya yang masih kecil, kini dipaksa menjadi dewasa sebelum waktunya,” ujar Misnah.

sumber : KOmpas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 10 Juni 2014 by in Potret Kehidupan and tagged , .

Kolom Rejeki

Kaos Satuan

Kolom Usaha

Kamus Islam

Tafakur = Perenungan diri
Iitiqomah = Ikhlas
Istighfar = Memohon ampunan kepada Allah
Mustahiq= Golongan yang Berhak Menerima
Zakat = Harta yang Wajib dikeluarkan
Fakir = Sengsara Hidupnya
miskin = Orang yang hidupnya kekurangan
Amil = Orang yang mengumpulkan dana
Muallaf = Orang yang masuk Islam
Hamba sahaya = Orang yang di sebut budak
Gharimin = Orang yang berhutang untuk keluarga
Fisabilillah = Orang yang berjuang di jalan Allah
Ibnu sabil = Orang asing yang tidak memiliki biaya untuk kembali ke tanah airnya

Kaos Satuan

Ruang Tutorial

eBook Store

Galeri eBook harga mulai Rp.10ribu

Kolom Berita

Tembang Islami

Doa Kita

Doa melancarkan rezeki: Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billahil 'aliyyil 'adziim (Dibaca 100x tiap malam)

Ayo Mengaji

Bacalah (Iqra’)

Doa Harian

DOA MEMOHON AMPUNAN DAN RAHMAT ALLAH

"Robbanaa dholamnaa anfusanaa wa ilam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasirin"

"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi".
(QS; 7; Al A'raaf; 23)

Jadwal Shalat


Kalendar Islam

Hari-hari Penting Islam 2015
__________________
Maulid Nabi Muhammad SAW (3 Januari 2015)
Bulan Rajab (20 April 2015)
Hari Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW (16 Mei 2015)
Bulan Suci Ramadhan 1436 (18 Juni 2015)
Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah (17-18 Juli 2015)
Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah (24 September 2015)

Kaos Satuan

Kata-kata Hikmah

Tidak akan terputus rejeki seseorang selama ia tidak meninggalkan doa kepada kedua orang tuanya. Yakini itu dengan keimanan.

Mutiara Hadist

Sesungguh-nya puasa dan bacaan Al Quran memberikan syafaat kepada pelakunya pada hari kiamat - Hadist riwayat Ahmad -

Tausiyah Singkat

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.”
(HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470).

Baca & Doa Selengkapnya'

Kata Ustadz

Yusuf Mansur Network

PAKAIAN SHALAT PAKAIAN KEHIDUPAN - Wahai saudariku, ketika engkau mendirikan shalat menghadap Allah swt tentu engkau berpakaian lebar dan panjang. Engkau tentu tidak berani berpakaian ketat dan pendek. Engkau tentu tidak berani menampakkan sebagian atau seluruh bagian auratmu, atau menampakkan bentuk lekuk-lekuk tubuhmu. Demikian juga halnya di dalam kehidupan sehari-hari di luar (selain) shalat, tentu engkau pasti tidak berani menentang Allah dan Rasul-Nya. Engkau tahu dan paham, ajaran Islam termasuk cara berbusana tidak hanya diamalkan ketika shalat saja, tapi harus diamalkan dalam segala aktivitas kehidupan. Kata Ustadz Selengkpanya'

Mari Bersilaturahmi

Yang Bersilaturahmi

  • 810,331 hits

Silaturahmi lewat email

Bergabunglah dengan 1.022 pengikut lainnya

Follow Tausiyah Islami on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: