Tausiyah Islami

Berbagi ilmu dan pengetahuan tentang Islam

Cara Menjadi Keluarga Sakinah Ala Arifin Ilham

familyBagi Arifin Ilham, keluarga adalah basis terpenting sebuah masyarakat. Maka, pembinaan keluarga mestilah menjadi tahap pertama pembinaan ummat. “Dari keluarga-keluarga sakinahlah nantinya akan lahir generasi dambaan umat. Dambaan bangsa. Allah mengisyaratkan hal ini dengan menyuruh kita menyelamatkan diri dan keluarga dari api neraka.” Jelas Arifin.

Ada lima syarat untuk menjadi keluarga sakinah.

Pertama, cinta pada Allah.
Suami, istri, dan anak menjadikan cinta pada Allah sebagai titik sentral kehidupan mereka.

Kedua, Saling mencintai karena Allah.
“Aku ingin terbang ke langit dunia dan akhirat bersamanya,” sambung Arifin puitis.
“Istri juga teman dan sahabat saya.”

Ketiga adalah Mawaddah artinya saling memuaskan.
“Ya, seperti berusaha memenuhi kebutuhan hidup secara wajar,” demikian pendapat Arifin.

“Kadang sehabis tahajud, saya suka menidurkan istri di paha saya sambil membaca Al Quran.”

Keempat adalah rahmah yang bersifat ruhiyah.
“Bagaimana kita saling berlomba untuk menjadi yang terbaik di hadapan Allah. Semakin dekat hubungan kita dengan Allah semakin baik hubungan kita dengan keluarga. Hubungan kita dengan sesama manusia juga merupakan cermin sejauh mana kedekatan hubungan kita dengan Allah.” Tutur Arifin.

Syarat kelima menjadikan keluarga yang sakinah adalah membentuk unit masyarakat yang terkecil ini sebagai ulil albab. Keluarga yang cerdas. Keluarga da’wah.
“Keluarga sakinah mempunyai potensi besar untuk menularkan kesakinahannnya pada orang lain. Keluarga sakinah itu, tak hanya ingin keluarganya saja yang harmonis, tapi juga ingin keluarga yang lain merasakan hal yang sama.””Dari sinilah da’wah mulai menyebar. Keluarga da’wah itu adalah keluarga yang saling membantu satu sama lain dalam kebaikan. Baik untuk dirinya maupun orang lain”, tutur Arifin.

“Namun ada hal lain yang juga perlu diperhatikan,” kata Arifin.

“Hendaklah keluarga sakinah itu juga menghidupkan 7 sunnah nabi. Dengan demikian cermin keluarga sakinah menjadi jelas.”

Apa saja sih, Tujuh Sunnah Nabi itu?

Pertama, Menghidupkan shalat malam. Setiap malam kalau mungkin, atau sesering mungkin.

Kedua, selalu membaca AlQuran.

Ketiga, pergi ke masjid. “Terutama bagi ayah dan anak laki-laki, diupayakan untuk setiap hari jangan lewatkan waktu tanpa pergi ke masjid.”

Keempat adalah shalat dluha.

Kelima adalah berinfak/bersedekah. Upayakan tiap hari selalu bersedekah, dalam keadaan lapang atau sempit.

Keenam, selalu beristighfar di segala kesempatan. Banyak mengingat dosa yang telah kita lakukan, baik dosa dalam kondisi sadar ataupun tidak.
Ketujuh, selalu menjaga wudhu.

Masih ada lagi pedoman Arifin,” Saya pun berusaha menjadi seorang syaikh bagi istri dan anak-anak saya, menjadi ustadz yang mengajarkan mereka ilmu, menjadi sahabat dan teman bagi istri dan anak-anak saya,” tutur Arifin.

“Menikah itu adalah salah satu nikmat Allah dan setelah menikah, nikmat itu terus bertambah. Memiliki istri dan anak-anak shalih dan shalihah adalah surga di dunia.” Ujar Arifin

(Sumber : Majalah Aisyah edisi Maret 2004)

One comment on “Cara Menjadi Keluarga Sakinah Ala Arifin Ilham

  1. depal
    15 Mei 2015

    doakan saya agar dapat melaksanakanya ustad….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 22 November 2013 by in Kata Ustadz and tagged , .

Kolom Rejeki

Kaos Satuan

Kolom Usaha

Kamus Islam

Tafakur = Perenungan diri
Iitiqomah = Ikhlas
Istighfar = Memohon ampunan kepada Allah
Mustahiq= Golongan yang Berhak Menerima
Zakat = Harta yang Wajib dikeluarkan
Fakir = Sengsara Hidupnya
miskin = Orang yang hidupnya kekurangan
Amil = Orang yang mengumpulkan dana
Muallaf = Orang yang masuk Islam
Hamba sahaya = Orang yang di sebut budak
Gharimin = Orang yang berhutang untuk keluarga
Fisabilillah = Orang yang berjuang di jalan Allah
Ibnu sabil = Orang asing yang tidak memiliki biaya untuk kembali ke tanah airnya

Kaos Satuan

Ruang Tutorial

eBook Store

Galeri eBook harga mulai Rp.10ribu

Kolom Berita

Tembang Islami

Doa Kita

Doa melancarkan rezeki: Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billahil 'aliyyil 'adziim (Dibaca 100x tiap malam)

Ayo Mengaji

Bacalah (Iqra’)

Doa Harian

DOA MEMOHON AMPUNAN DAN RAHMAT ALLAH

"Robbanaa dholamnaa anfusanaa wa ilam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasirin"

"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi".
(QS; 7; Al A'raaf; 23)

Jadwal Shalat


Kalendar Islam

Hari-hari Penting Islam 2015
__________________
Maulid Nabi Muhammad SAW (3 Januari 2015)
Bulan Rajab (20 April 2015)
Hari Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW (16 Mei 2015)
Bulan Suci Ramadhan 1436 (18 Juni 2015)
Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah (17-18 Juli 2015)
Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah (24 September 2015)

Kaos Satuan

Kata-kata Hikmah

Tidak akan terputus rejeki seseorang selama ia tidak meninggalkan doa kepada kedua orang tuanya. Yakini itu dengan keimanan.

Mutiara Hadist

Sesungguh-nya puasa dan bacaan Al Quran memberikan syafaat kepada pelakunya pada hari kiamat - Hadist riwayat Ahmad -

Tausiyah Singkat

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.”
(HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470).

Baca & Doa Selengkapnya'

Kata Ustadz

Yusuf Mansur Network

PAKAIAN SHALAT PAKAIAN KEHIDUPAN - Wahai saudariku, ketika engkau mendirikan shalat menghadap Allah swt tentu engkau berpakaian lebar dan panjang. Engkau tentu tidak berani berpakaian ketat dan pendek. Engkau tentu tidak berani menampakkan sebagian atau seluruh bagian auratmu, atau menampakkan bentuk lekuk-lekuk tubuhmu. Demikian juga halnya di dalam kehidupan sehari-hari di luar (selain) shalat, tentu engkau pasti tidak berani menentang Allah dan Rasul-Nya. Engkau tahu dan paham, ajaran Islam termasuk cara berbusana tidak hanya diamalkan ketika shalat saja, tapi harus diamalkan dalam segala aktivitas kehidupan. Kata Ustadz Selengkpanya'

Mari Bersilaturahmi

Yang Bersilaturahmi

  • 810,331 hits

Silaturahmi lewat email

Bergabunglah dengan 1.022 pengikut lainnya

Follow Tausiyah Islami on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: