Tausiyah Islami

Berbagi ilmu dan pengetahuan tentang Islam

Melarat Karena Judi

Ulasan Penulis

Judi apapun bentuknya akan merugikan seseorang yang terjun dan bergelut di dalamnya. Dari sisi agama Judi jelas di haramkan dan dari aspek sosial masyarakat juga tidak baik bagi pelakunya. Benar seperti apa Rhoma kata Irama  lagu lewat lagunya “Judi”.

Sebagai seorang pedagang grosir yang bisnisnya sukses, pada saat orang masih jarang memiliki sepeda motor, dia sudah memiliki mobil sedan yang pada masanya terkenal, yaitu Impala. Jika mobilnya masuk jalan kampung, tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun berebut untuk melihatnya. Lima orang putra-putrinya masing-masing dibelikan sebuah sepeda motor bebek. Rumahnya ada dua, satu di kampung dan satu lagi di kota tempat dia berdagang. Kedua-duanya rumah baru yang baru dibangun dengan arsitektur modern. Semua kekayaan materi itu adalah bukti bahwa bisnisnya sukses.

Tempat dia berdagang berupa sebuah ruko di tengah kota di pusat keramaian. Namanya juga di pasar, tentu pergaulannya sesama pedagang, terutama dengan pedagang kiri-kanan tokonya.

Sayang sekali, dalam pergaulan itulah dia berkenalan dengan judi. Mula-mula cuma iseng main kartu pakai taruhan. Lama kelamaan menjadi serius. Kalau menang, dia senang. Kalau kalah, main lagi, dengan harapan nanti akan menang. Begitulah seterusnya hingga akhirnya bisnisnya terganggu. Hasil penjualan barang dagangan bukannya dibelikan lagi barang baru, melainkan dipakai untuk berjudi.

“Pak, sadar Pak,” kata istrinya mengingatkan untuk yang kesekian kalinya. “Bapak kan tahu, judi itu dilarang agama. Allah mengatakan bahwa judi itu najis, perbuatan setan, sama dengan minuman keras.” Untuk meyakinkan suaminya, sang istri membuka Alquran dan menunjukkan pada suaminya surah al-Maidah ayat 90 yang menjelaskan tentang haramnya judi.

Diingatkan begitu, Pak Judi—sebut saja demikian namanya—diam seribu bahasa. Istrinya berkata lagi: “Kalaupun Bapak menang, hasilnya tidak halal. Apalagi jika kalah, bisnis Bapak bangkrut.” Pak Judi tetap diam. Istrinya mendesak lagi: “Janji Pak, tidak akan judi lagi!” Didesak begitu, baru dia mengangguk: “Ya, saya janji tidak akan judi lagi.” Tetapi, apabila teman judinya mengajak kembali main, Pak Judi tidak kuasa menolaknya. Begitulah, dia terus berjudi, dan kalah lagi untuk yang kesekian kalinya.

Tatkala modalnya habis, dia menjual mobil. Dari hasil penjualan mobil, toko bisa diisi kembali. Tetapi, lama-lama isi toko habis kembali dipakai untuk berjudi. Akhirnya, satu per satu kekayaannya dijual. Setelah mobil, kemudian sepeda motor anak-anak satu per satu dilego. Dalihnya selalu sama, dijual dulu untuk tambahan modal. Anak-anak tidak dapat menolak. Mula-mula dia membujuk: “Nanti kalau bisnis bapak sudah kembali bangkit, bapak akan belikan kembali kalian sepeda motor yang lebih bagus.” Setelah dibujuk, anak-anak tetap menolak. Pak Judi marah sejadi-jadinya sampai mengamuk. Akhirnya, anak-anaknya menyerah.

Tatkala rumah pun akan dijual, istrinya memberontak, mempertahankan rumah itu sekuat tenaga. Perhiasan istrinya juga habis dijual. Nasihat siapa pun tidak pernah didengarnya. Setan perjudian benar-benar telah merasukinya. Akhirnya, dia kena stroke, lumpuh seluruh tubuhnya, tidak bisa lagi bicara. Setelah dirawat beberapa bulan, Pak Judi meninggal dunia. Tak ada yang tahu, apakah sebelum mengembuskan napas yang terakhir dia sempat bertobat atau tidak. Judi telah menghabiskan segalanya.

sumber : REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh Prof Dr Yunahar Ilyas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kolom Rejeki

Kaos Satuan

Kolom Usaha

Kamus Islam

Tafakur = Perenungan diri
Iitiqomah = Ikhlas
Istighfar = Memohon ampunan kepada Allah
Mustahiq= Golongan yang Berhak Menerima
Zakat = Harta yang Wajib dikeluarkan
Fakir = Sengsara Hidupnya
miskin = Orang yang hidupnya kekurangan
Amil = Orang yang mengumpulkan dana
Muallaf = Orang yang masuk Islam
Hamba sahaya = Orang yang di sebut budak
Gharimin = Orang yang berhutang untuk keluarga
Fisabilillah = Orang yang berjuang di jalan Allah
Ibnu sabil = Orang asing yang tidak memiliki biaya untuk kembali ke tanah airnya

Kaos Satuan

Ruang Tutorial

eBook Store

Galeri eBook harga mulai Rp.10ribu

Kolom Berita

Tembang Islami

Doa Kita

Doa melancarkan rezeki: Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billahil 'aliyyil 'adziim (Dibaca 100x tiap malam)

Ayo Mengaji

Bacalah (Iqra’)

Doa Harian

DOA MEMOHON AMPUNAN DAN RAHMAT ALLAH

"Robbanaa dholamnaa anfusanaa wa ilam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasirin"

"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi".
(QS; 7; Al A'raaf; 23)

Jadwal Shalat


Kalendar Islam

Hari-hari Penting Islam 2015
__________________
Maulid Nabi Muhammad SAW (3 Januari 2015)
Bulan Rajab (20 April 2015)
Hari Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW (16 Mei 2015)
Bulan Suci Ramadhan 1436 (18 Juni 2015)
Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah (17-18 Juli 2015)
Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah (24 September 2015)

Kaos Satuan

Kata-kata Hikmah

Tidak akan terputus rejeki seseorang selama ia tidak meninggalkan doa kepada kedua orang tuanya. Yakini itu dengan keimanan.

Mutiara Hadist

Sesungguh-nya puasa dan bacaan Al Quran memberikan syafaat kepada pelakunya pada hari kiamat - Hadist riwayat Ahmad -

Tausiyah Singkat

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.”
(HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470).

Baca & Doa Selengkapnya'

Kata Ustadz

Yusuf Mansur Network

PAKAIAN SHALAT PAKAIAN KEHIDUPAN - Wahai saudariku, ketika engkau mendirikan shalat menghadap Allah swt tentu engkau berpakaian lebar dan panjang. Engkau tentu tidak berani berpakaian ketat dan pendek. Engkau tentu tidak berani menampakkan sebagian atau seluruh bagian auratmu, atau menampakkan bentuk lekuk-lekuk tubuhmu. Demikian juga halnya di dalam kehidupan sehari-hari di luar (selain) shalat, tentu engkau pasti tidak berani menentang Allah dan Rasul-Nya. Engkau tahu dan paham, ajaran Islam termasuk cara berbusana tidak hanya diamalkan ketika shalat saja, tapi harus diamalkan dalam segala aktivitas kehidupan. Kata Ustadz Selengkpanya'

Mari Bersilaturahmi

Yang Bersilaturahmi

  • 811,437 hits

Silaturahmi lewat email

Bergabunglah dengan 1.022 pengikut lainnya

Follow Tausiyah Islami on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: