Tausiyah Islami

Berbagi ilmu dan pengetahuan tentang Islam

Mukjizat Puasa Ramadhan

Puasa atau shiyam adalah menahan diri dari berbagai hal yang membatalkan, seperti makan, minum, berhubungan suami isteri dan sebagainya, dari terbit fajar sampai tenggelam matahari. Mengapa semua yang dihalalkan di luar Ramadhan diharamkan pada siang hari pada Ramadhan seperti makan, minum dan berhubungan suami istri dan sebagainya?

Dapat kita petik hikmahnya, bahwa hakikat puasa yang kita lakukan selama bulan Ramadhan merupakan pelatihan manajemen syahwat agar terbiasa mengendalikan syahwat yang bersemayam dalam diri kita.

Ada dua hal penting terkait dalam manajemen syahwat dalam ibadah puasa ramadhan.

Pertama, terkait dengan pengendalian syahwat yang halal, seperti makan, minum, seks dan sebagainya. Karena puasa itu melatih orang yang menjalankannya untuk meraih derajat taqwa yang merupakan derajat tertinggi di sisi Allah [QS. Al-Hujarat (49) : 13].

Untuk meraih ketaqwaan itu sangat erat kaitannya dengan kemampuan mengendalikan syahwat yang halal. bukan syahwat yang haram. Syahwat yang haram kalau dilakukan merupakan bukti cacatnya keimanan. Sudah pasti orang yang cacat imannya tidak mungkin mencapai derajat taqwa kecuali ia sudah melakukan taubat nashuhah.

Fakta membuktikan, bagi yang tidak terbiasa mengendalikan syahwat halal, akan sulit bahkan mungkin mustahil baginya untuk mengendalikan syahwat yang haram, karena syahwat yang haram terasa lebih nikmat, lebih mudah, lebih banyak dan lebih kuat dorongan untuk melakukannya.

Contoh sederhana ialah seorang koruptor. Ia melakukan korupsi bukan karena ia tidak mendapatkan gaji yang cukup, atau bukan karena tidak bisa makan dan minum. Akan tetapi ada dorongan syahwat haramnya untuk melakukan kejahatan korupsi.

Karena tidak terbiasa mengendalikan syahwat halal, maka ia dengan mudah terdorong dan tertipu oleh syahwat haramnya sehingga ia melakukannya. Di antara karakter syahwat itu adalah amat rakus dan tidak realistik.

Sebab itu kita lihat para koruptor tak sedikit yang melakukan korupsi dengan nilai jauh melebihi kebutuhan makan dan minum mereka, dan bahkan ada yang korupsi mencukupi kebutuhan hidupnya 1000 tahun lebih.

Kedua, ibadah puasa ramadhan memfokuskan pada manajemen tiga induk syahwat yang sudah built in dalam diri manusia, yakni syahwat makan, syahwat minum dan syahwat kemaluan (seks). Ketiga induk syahwat ini mendapat perhatian pengendalian yang ketat dalam ibadah puasa ramadhan. Setelah itu baru syahwat-syahwat yang lain, seperti syahwat mata, syahwat telinga, syahwat lidah, syahwat ketenaran, syahwat kesombongan atau ego, syahwat kekuasaan dan seterusnya.

Kenapa ketiga syahwat tersebut menjadi fokus utama ibadah puasa ramadhan? Jawabannya tak lain adalah bahwa bila seorang Muslim tidak mampu dan tidak terbiasa mengendalikan ketiga syahwat tersebut dalam kondisi halal, maka ia dengan mudah terjerumus ke dalam lembah syahwat haram. Awalnya bermula dari tidak mampu mengendalikan syahwat makan dan minum yang halal.

Kemudian terjerumus memakan dan meminum yang tidak halal, seperti dengan risywah (sogok-menyogok), riba, korupsi, dan sebagainya. Kalau isi perut seseorang dari makanan dan minuman yang haram, maka gejolak syahwat kemaluannya semakin tidak terkendali sehingga ia mengalami kesulitan untuk mengendalikan syahwat kemaluannya. Ketiga syahwat terebut saling terkait. Sebab itu, ketiganya menjadi fokus utama Manajemen puasa Ramadhan.

Korupsi misalnya, bukan dilakukan oleh orang yang tidak punya uang untuk membeli makan dan minum. Akan tetapi dilakukan oleh orang yang bergaji besar dan berpenghasilan cukup dan bahkan yang penghasilannya berlebih. Perselingkuhan juga bukan dilakukan oleh lelaki dan wanita lajang, akan tetapi juga dilakukan oleh mereka yang sudah punya pasangan suami istri yang halal.

Karena itu, syahwat makan, minum, dan seks itu harus mampu dikendalikan dengan baik dalam kondisi dan situasi yang halal. Kalau tidak, ketiga syahwat tersebut akan mendorong seseorang untuk mendapatkannya dengan segala cara. Tanpa mengenal halal dan haram.

Makanan dan minuman yang dikonsumsinya dari yang diharamkan Allah, akan bereaksi negatif dan mempengaruhi hati, pikiran dan perilaku pelakunya, siapapun ia, apakah orang biasa maupun seorang alim atau abid (ahli ibadah). Dorongan negatifnya tidak hanya sebatas makan dan minum yang haram, tapi melebar kepada penyimpangan moral seperti zina dan sejenisnya.

Orang yang dimabuk dan diperbudak syahwat itu dengan mudah melakukan maksiat atau dosa-dosa besar seperti zina, minum khamar, korupsi, mendatangi dukun dan para peramal, dan bahkan dengan enteng menentang hukum dan peraturan Allah dan Rasul-Nya Muhammad saw baik secara terus terang maupun dengan berbalut baju islami dan kebaikan.

Agama Allahpun diperjual-belikan untuk kepentingan syahwat dunia yang tidak seberapa, tanpa takut sedikitpun ancaman Allah. Bahkan akhirat yang sangat luar biasa ditukar dengan dunia yang sedikit dan hina:

Mereka orang yang menukar dunia dengan akhirat, maka sedikitpun tidak diringankan azab bagi mereka dan tidak pula ditolong. {QS. Al-Baqarah (2) : 86}

Walhasil, orang seperti itu hatinya keras dan sakit. Pikirannya kacau dan hati tidak tenang lagi. Perasaannya kalut gelisah, dan tidak mendapat ketenangan hidup. Kalau tidak dilakukan pengobatan dan perbaikan terhadap hatinya (tazkiyatunnafs), khususnya melalui ibadah puasa ramadhan, maka perilakunya bisa rusak total kendati masih terlihat baju keislamannya.

Benarlah apa yang disabdakan Rasul Saw, seperti yang diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahihnya: “Sesungguhnya halal itu jelas dan haram itu jelas dan di antara keduanya adalah syubhat di mana tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Maka barang siapa yang terpelihara dari yang syubhat iti maka selamatlah agama dan harga dirinya. Siapa yang terjatuh kedalam yang syubhat itu maka ia terjatuh ke dalam yang haram. Persis seperti pengembala yang menggembala di sekitar pagar (kebun orang lain), maka sulitlah dipastikan (binatang ternaknya) tidak terjatuh (memakan rumput yang ada di kebun orang lain). Ingatlah, bahwa setiap raja memiliki batas (teritorial)nya dan ingatlah, batas (teritorial) Allah itu apa yang diharamkan-Nya. Dan ingatlah, di dalam setiap tubuh (manusia) itu ada seperti daging yang digigit. Bila daging tersebut haik maka semua anggota tubuh akan baik dan hila daging tersehut buruk, maka semua anggota tubuhnya akan jadi buruk pula. Itulah jantung (hati nurani) “. (HR. Imam Muslim).

Sebab itu, puasa adalah solusi terbaik untuk pengendalian syahwat seperti yang disabdakan Rasul saw: “Wahai pemuda. Siapa di antara kalian yang sudah memiliki kemampuan, hendaklah ia menikah karena sesungguhnya menikah ilu merupakun cara terhaik untuk bisa menundukkan pandangan dan cara terbaik untuk memelihara kemaluan. Barang siapa yang belum memiliki kemampuan maka hendaklah ia perbanyak puasa, karena sesungguhnya manfaat puasa itu baginya adalah pemecah syahwat “. (HR Imam Muslim)

Sumber: Mukjizat Ibadah Ramadhan oleh Ust. Fathuddin Ja’far

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 10 Agustus 2011 by in Puasa and tagged .

Kolom Rejeki

Kaos Satuan

Kolom Usaha

Kamus Islam

Tafakur = Perenungan diri
Iitiqomah = Ikhlas
Istighfar = Memohon ampunan kepada Allah
Mustahiq= Golongan yang Berhak Menerima
Zakat = Harta yang Wajib dikeluarkan
Fakir = Sengsara Hidupnya
miskin = Orang yang hidupnya kekurangan
Amil = Orang yang mengumpulkan dana
Muallaf = Orang yang masuk Islam
Hamba sahaya = Orang yang di sebut budak
Gharimin = Orang yang berhutang untuk keluarga
Fisabilillah = Orang yang berjuang di jalan Allah
Ibnu sabil = Orang asing yang tidak memiliki biaya untuk kembali ke tanah airnya

Kaos Satuan

Ruang Tutorial

eBook Store

Galeri eBook harga mulai Rp.10ribu

Kolom Berita

Tembang Islami

Doa Kita

Doa melancarkan rezeki: Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billahil 'aliyyil 'adziim (Dibaca 100x tiap malam)

Ayo Mengaji

Bacalah (Iqra’)

Doa Harian

DOA MEMOHON AMPUNAN DAN RAHMAT ALLAH

"Robbanaa dholamnaa anfusanaa wa ilam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasirin"

"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi".
(QS; 7; Al A'raaf; 23)

Jadwal Shalat


Kalendar Islam

Hari-hari Penting Islam 2015
__________________
Maulid Nabi Muhammad SAW (3 Januari 2015)
Bulan Rajab (20 April 2015)
Hari Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW (16 Mei 2015)
Bulan Suci Ramadhan 1436 (18 Juni 2015)
Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah (17-18 Juli 2015)
Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah (24 September 2015)

Kaos Satuan

Kata-kata Hikmah

Tidak akan terputus rejeki seseorang selama ia tidak meninggalkan doa kepada kedua orang tuanya. Yakini itu dengan keimanan.

Mutiara Hadist

Sesungguh-nya puasa dan bacaan Al Quran memberikan syafaat kepada pelakunya pada hari kiamat - Hadist riwayat Ahmad -

Tausiyah Singkat

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.”
(HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470).

Baca & Doa Selengkapnya'

Kata Ustadz

Yusuf Mansur Network

PAKAIAN SHALAT PAKAIAN KEHIDUPAN - Wahai saudariku, ketika engkau mendirikan shalat menghadap Allah swt tentu engkau berpakaian lebar dan panjang. Engkau tentu tidak berani berpakaian ketat dan pendek. Engkau tentu tidak berani menampakkan sebagian atau seluruh bagian auratmu, atau menampakkan bentuk lekuk-lekuk tubuhmu. Demikian juga halnya di dalam kehidupan sehari-hari di luar (selain) shalat, tentu engkau pasti tidak berani menentang Allah dan Rasul-Nya. Engkau tahu dan paham, ajaran Islam termasuk cara berbusana tidak hanya diamalkan ketika shalat saja, tapi harus diamalkan dalam segala aktivitas kehidupan. Kata Ustadz Selengkpanya'

Mari Bersilaturahmi

Yang Bersilaturahmi

  • 811,466 hits

Silaturahmi lewat email

Bergabunglah dengan 1.022 pengikut lainnya

Follow Tausiyah Islami on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: