Tausiyah Islami

Berbagi ilmu dan pengetahuan tentang Islam

Makna-makna hari-hari dalam Islam

Makna Hari dalam Islam

 
Syekh Abi Nasrun Muhammad Bin Abdurrahman Al Hamdany dalam ‘Rahasia di Balik Tujuh Nama Hari’ mengatakan bahwa setiap hari memiliki makna sehubungan peristiwa yang melatarinya.
  • Hari Jumat dimaknai Rasulullah sebagai hari mempererat silaturahmi dan pernikahan. Para Nabi melakukan pernikahannya di hari tersebut, seperti: Nabi Adam As dengan Hawa; Nabi Yusuf As dengan Zulaikha; Nabi Musa As dengan Shafura; Nabi Sulaiman As dengan Ratu Bilqis; Nabi Muhammad Saw dengan Khadijah serta Aisyah; dan Ali bun Abi Thalib dengan Fatimah.
  • Hari Sabtu merupakan hari tipu daya dan penipuan. Rasulullah Saw menuturkan, di hari ini orang-orang Quraisy melakukan tipu daya di Darun Nadwah dan Nabi Yusuf As diperdaya saudaranya. Selain itu, para nabi semisal Nabi Nuh As, Nabi Musa As, Nabi Shaleh As, dan Nabi Isa As diperdaya oleh kaumnya.
  • Sedangkan hari Ahad disebut Rasulullah Saw sebagai hari tanam dan meramaikan. Di hari ini, Allah memulai mencipatkan dunia dan meramaikan isinya dengan falak, bintang, neraka, bumi, laut, anggota tubuh anak Adam dan waktu.
  • Hari Senin misalnya, disebut Rasulullah Saw sebagai hari bepergian dan hari perdagangan. Karena di hari itu Nabi Syits pergi berdagang dan dia memperoleh laba dalam perdagangannya. Sebagian ulama menuturkan tujuh keistimewaan hari Senin: Naiknya Nabi Idris As ke langit, Nabi Musa As perdi ke Gunung Thur, diturunkannya dalil wahdaniyah, Rasulullah dilahirkan dan wafat, diturunkannya permulaan perkara pada Rasulullah Saw, ditampakkannya amalan umat Muhammad Saw.
  • Sementara hari Selasa, disebut Rasulullah Saw. sebagai hari darah sebab di hari itu Siti Hawa haid dan anak Adam (Habil) dibunuh saudaranya. Beberapa ulama mengatakan bahwa di hari Selasa, tujuh jiwa telah dibunuh: Jirjis As, Nabi Yahya As, Nabi Zakariya As, tukang sihir Fir’aun, Asiyah binti Muzachim (istri Fir’aun), orang yang mempunyai sapi dari bani Israel, dan Habil, putra Nabi Adam As.
  • Hari Rabu adalah hari nahas Menurut Rasulullah Saw Allah menenggelamkan Fir’aun dan kaumnya di Laut Merah dan pada hari itu juga Allah mengazab kaum ‘Ad, kaum Tsamud dan kaumnya Nabi Shaleh. Selain itu, di hari Rabu, Allah telah menghancurkan 7 orang kafir dengan menggunakan 7 perkara: ‘Auj bin Unuq dihancurkan dengan burung hud-hud, Qarun dengan menenggelamkannya ke dalam bumi, Fir’aun dengan Laut Merah-Nya, Namrud dengan nyamuk, kaum Luth dengan batu, Syadad bi ‘Ad dengan teriakan Jibril As, dan kaum ‘Ad dengan angin kencang.
  • Adapun hari Kamis merupakan hari dilaksanakannya hajat. Karena pada hari itu, kata Rasulullah Saw, Nabi Ibrahim As menemui Raja Mesir hingga terlaksana hajatnya dan ia diberi seorang wanita bernama Siti Hajar; keluarnya oang yang memberi minum dari penjara dan berhasil selamat setelah bertemu raja; masuknya saudara-saudara Nabi Yusuf As ke istana dan mereka mendapatkan bermacam kenikmatan; masuknya Bunyamin ke Mesir dan kemudian ia mendapatkan Nabi Yusuf As yang sudah berada di istana; masuknya Nabi Ya’qub As ke Mesir dan ia mendapatkan suasana aman; masuknya Nabi Musa As ke Mesir lalu ia memperoleh orang Qibthiy; dan masuknya Nabi Muhammad Saw ke Mekkah dan beliau mendapatkan orang kafir menyerah kepada kaum muslimin.

Di kutip dari majalah Parasbaca

One comment on “Makna-makna hari-hari dalam Islam

  1. anung umar
    19 Juli 2011

    maaf kalau boleh tahu, hadits ini yang meriwayatkannya siapa?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 26 Juli 2011 by in Al Kisah and tagged , , , , , , .

Kolom Rejeki

Kaos Satuan

Kolom Usaha

Kamus Islam

Tafakur = Perenungan diri
Iitiqomah = Ikhlas
Istighfar = Memohon ampunan kepada Allah
Mustahiq= Golongan yang Berhak Menerima
Zakat = Harta yang Wajib dikeluarkan
Fakir = Sengsara Hidupnya
miskin = Orang yang hidupnya kekurangan
Amil = Orang yang mengumpulkan dana
Muallaf = Orang yang masuk Islam
Hamba sahaya = Orang yang di sebut budak
Gharimin = Orang yang berhutang untuk keluarga
Fisabilillah = Orang yang berjuang di jalan Allah
Ibnu sabil = Orang asing yang tidak memiliki biaya untuk kembali ke tanah airnya

Kaos Satuan

Ruang Tutorial

eBook Store

Galeri eBook harga mulai Rp.10ribu

Kolom Berita

Tembang Islami

Doa Kita

Doa melancarkan rezeki: Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billahil 'aliyyil 'adziim (Dibaca 100x tiap malam)

Ayo Mengaji

Bacalah (Iqra’)

Doa Harian

DOA MEMOHON AMPUNAN DAN RAHMAT ALLAH

"Robbanaa dholamnaa anfusanaa wa ilam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasirin"

"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi".
(QS; 7; Al A'raaf; 23)

Jadwal Shalat


Kalendar Islam

Hari-hari Penting Islam 2015
__________________
Maulid Nabi Muhammad SAW (3 Januari 2015)
Bulan Rajab (20 April 2015)
Hari Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW (16 Mei 2015)
Bulan Suci Ramadhan 1436 (18 Juni 2015)
Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah (17-18 Juli 2015)
Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah (24 September 2015)

Kaos Satuan

Kata-kata Hikmah

Tidak akan terputus rejeki seseorang selama ia tidak meninggalkan doa kepada kedua orang tuanya. Yakini itu dengan keimanan.

Mutiara Hadist

Sesungguh-nya puasa dan bacaan Al Quran memberikan syafaat kepada pelakunya pada hari kiamat - Hadist riwayat Ahmad -

Tausiyah Singkat

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.”
(HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470).

Baca & Doa Selengkapnya'

Kata Ustadz

Yusuf Mansur Network

PAKAIAN SHALAT PAKAIAN KEHIDUPAN - Wahai saudariku, ketika engkau mendirikan shalat menghadap Allah swt tentu engkau berpakaian lebar dan panjang. Engkau tentu tidak berani berpakaian ketat dan pendek. Engkau tentu tidak berani menampakkan sebagian atau seluruh bagian auratmu, atau menampakkan bentuk lekuk-lekuk tubuhmu. Demikian juga halnya di dalam kehidupan sehari-hari di luar (selain) shalat, tentu engkau pasti tidak berani menentang Allah dan Rasul-Nya. Engkau tahu dan paham, ajaran Islam termasuk cara berbusana tidak hanya diamalkan ketika shalat saja, tapi harus diamalkan dalam segala aktivitas kehidupan. Kata Ustadz Selengkpanya'

Mari Bersilaturahmi

Yang Bersilaturahmi

  • 811,466 hits

Silaturahmi lewat email

Bergabunglah dengan 1.022 pengikut lainnya

Follow Tausiyah Islami on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: