Tausiyah Islami

Berbagi ilmu dan pengetahuan tentang Islam

25 Tiang di Masjid Gantiang Bertuliskan Nama Nabi

Sebanyak 25 tiang berdiri kokoh di dalam Masjid Raya Gantiang yang terletak di Jalan Gantiang Nomor 10, Kelurahan Gantiang Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat. Tiang-tiang yang menjadi penyangga utama masjid tersebut merepresentasikan jumlah 25 nabi dan rasul yang harus diimani dalam ajaran agama Islam.

Pada tiang-tiang itu tercantum nama nabi-nabi tersebut dalam tulisan Arab. Dimulai dari tulisan nama Nabi Adam AS, yang namanya tercantum di tiang paling belakang di pojok kanan, dan ditutup dengan tulisan nama Nabi Muhammad SAW.

”Urutan ini mengikuti cara membaca kitab suci Al Quran yang dimulai dari sisi kanan,” kata imam Masjid Raya Gantiang, Safruddin (57).

Sebagian di antara jamaah merupakan pelintas yang lewat di jalan raya depan masjid tersebut. Beberapa di antara pengunjung datang dengan sejumlah anggota keluarga.

Segera setelah waktu shalat masuk, jamaah berkumpul di sekitar saf terdepan. Saf itu berada dekat dengan baris terakhir tiang-tiang utama penopang masjid.

Tiang-tiang tersebut berjejer dalam lima baris. Diameternya 40 sentimeter bertinggi 4,2 meter dengan cat warna putih. Tanpa hiasan, kecuali nama-nama nabi dalam tulisan Arab dan sedikit cat warna kuning keemasan di bagian teratas dan terbawahnya.

Berdasarkan catatan bagian perpustakaan Masjid Raya Gantiang berjudul Sekilas Sejarah Masjid Raya Gantiang, tiang-tiang itu dulunya terbuat dari batu bata. Tiang-tiang tersebut menjadi penopang atap bagian atap yang berbentuk segi delapan.

Berdasarkan catatan yang sama, atap kubah dengan bentuk itu dikerjakan oleh tukang-tukang asal China di bawah perintah Kapten Lou Chian Ko. Pengaruh arsitek China terlihat dari bentuk atap kubah bertingkat segi delapan yang menyerupai bentuk atap wihara.

Masjid Raya Gantiang kini berdiri megah dengan sebuah kubah utama itu diapit dua menara di kanan dan kirinya. Sebelum masuk ke bagian dalam, di serambinya terlihat tujuh tiang berjejer. Masing- masing terdiri atas dua tiang yang berdampingan. Untuk akses masuk ke dalamnya, terdapat delapan pintu yang bisa dipergunakan.

Safruddin yang berasal dari Kota Payakumbuh, Sumbar, telah 25 tahun menjadi imam di masjid tersebut. Ia mengingat dengan jelas, ketika gempa bumi mengguncang Padang pada 30 September 2009, sembilan tiang sempat mengalami kerusakan.

Masing-masing tiang itu dengan tulisan nama Nabi Ibrahim, Luth, Hud, Musa, Sulaiman, Daud, Isa, Ayub, dan Syu’aib. ”Dari sembilan tiang yang rusak itu, tiang dengan nama Nabi Syu’aib sempat mengalami kehancuran,” kata Safruddin.

Tertua

Perbaikan lalu dilakukan dengan pengawasan petugas Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Batusangkar. Pasalnya, Masjid Raya Gantiang yang dibangun tahun 1805 itu merupakan salah satu masjid tertua di Kota Padang.

Salah satu masjid tertua lainnya ialah Masjid Muhammadan di Jalan Pasar Batipuh, Kota Padang. Dua masjid ini kerap disebut sebagai masjid tertua di Kota Padang.

Catatan perpustakaan Masjid Raya Gantiang menyebutkan, sebelum mulai dibangun tahun 1805 di lokasi sekarang, masjid tersebut awalnya berdiri di tepi Batang (Sungai) Arau tahun 1790. Pembangunan jalan raya oleh Pemerintah Hindia Belanda menuju Pelabuhan Teluk Bayur membuat bangunan awal itu harus dihancurkan. Letaknya lalu dipindah ke lokasi saat ini.

Lahan masjid dengan ukuran 95,6 meter x 102 meter di lokasi sekarang merupakan wakaf dari tujuh suku yang berada di wilayah itu. Pada bagian selatan bangunan terdapat makam pencetus pembangunan Masjid Raya Gantiang, yakni Angku Syekh Haji Uma.

Namun, Safruddin belum bisa menyebutkan nama suku-suku dimaksud, termasuk latar belakang penyatuan suku-suku tersebut dalam pembangunan masjid.

Akan tetapi, jejak masjid kuno itu sebagai saksi sejarah beragam peristiwa penting terekam dalam catatan perpustakaan Masjid Raya Gantiang. Di antaranya gempa dan tsunami tahun 1933 yang membuat lantai batu bersusun diganti dengan campuran kapur olahan batu apung serta kulit kerang.

Pusat kegiatan

Masjid itu pun jadi pusat gerakan pembaruan Islam di Minangkabau tahun 1918. Selain itu, merupakan lokasi embarkasi haji pertama di kawasan Sumatera bagian tengah.

Bahkan, pekarangan Masjid Raya Gantiang juga menjadi lokasi pertama sekolah atau pondok pesantren Sumatera Thawalib di Padang. Ini terjadi menyusul dimulainya sekolah itu oleh Haji Abdul Karim bin Amrullah di Padang Panjang sekitar satu abad silam.

Safruddin menambahkan, sepanjang bulan suci Ramadhan tahun ini, masjid itu pun jadi pusat sejumlah kegiatan ibadah, antara lain pesantren kilat untuk tingkat SD hingga SMA, tadarus atau membaca kitab suci Al Quran, dan ceramah singkat setelah waktu shalat dzuhur.

Yusi (36), salah seorang penduduk yang tinggal di permukiman berbatasan dengan bagian belakang masjid, mengatakan, selain itu, kegiatan lain, seperti pembagian kebutuhan pokok, juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan jelang hari raya Idul Fitri. Namun, ia mengatakan, kegiatan-kegiatan di masjid itu kini cenderung tidak lagi seramai dulu. ”Mungkin karena sudah banyak orang-orang yang merantau,” ujarnya.

sumber : kompas

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 31 Agustus 2012 by in Al Kisah and tagged , .

Kolom Rejeki

Kolom Usaha

Kamus Islam

Tafakur = Perenungan diri
Iitiqomah = Ikhlas
Istighfar = Memohon ampunan kepada Allah
Mustahiq= Golongan yang Berhak Menerima
Zakat = Harta yang Wajib dikeluarkan
Fakir = Sengsara Hidupnya
miskin = Orang yang hidupnya kekurangan
Amil = Orang yang mengumpulkan dana
Muallaf = Orang yang masuk Islam
Hamba sahaya = Orang yang di sebut budak
Gharimin = Orang yang berhutang untuk keluarga
Fisabilillah = Orang yang berjuang di jalan Allah
Ibnu sabil = Orang asing yang tidak memiliki biaya untuk kembali ke tanah airnya

Ruang Tutorial

eBook Store

Galeri eBook harga mulai Rp.10ribu

Kolom Berita

Tembang Islami

Doa Kita

Doa melancarkan rezeki: Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billahil 'aliyyil 'adziim (Dibaca 100x tiap malam)

Ayo Mengaji

Bacalah (Iqra’)

Doa Harian

DOA MEMOHON AMPUNAN DAN RAHMAT ALLAH

"Robbanaa dholamnaa anfusanaa wa ilam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasirin"

"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi".
(QS; 7; Al A'raaf; 23)

Jadwal Shalat



Kalendar Islam

Hari-hari Penting Islam 2014
__________________
Hari-hari Penting Islam 2014

Maulid Nabi (12 Rabiul 1 1435):
13 Januari 2014
Isra' Mi'raj (27 Rajab 1435):
26 Mei 2014
Ramadhan mulai (1 Ramadhan 1435):
28 Juni 2014
Idul Fitri (1 Syawwal 1435):

28 Juli 2014
Idul Adha (10 Dz-Hijjah 1435):

4 Oktober 2014
Tahun Baru Islam (1 Muharram 1436):
25 Oktober 2014
Asyura (10 Muharram 1436):
3 November 2014

Kata-kata Hikmah

Tidak akan terputus rejeki seseorang selama ia tidak meninggalkan doa kepada kedua orang tuanya. Yakini itu dengan keimanan.

Mutiara Hadist

Sesungguh-nya puasa dan bacaan Al Quran memberikan syafaat kepada pelakunya pada hari kiamat - Hadist riwayat Ahmad -

Tausiyah Singkat

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.”
(HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470).

Baca & Doa Selengkapnya'

Kata Ustadz

Yusuf Mansur Network

PAKAIAN SHALAT PAKAIAN KEHIDUPAN - Wahai saudariku, ketika engkau mendirikan shalat menghadap Allah swt tentu engkau berpakaian lebar dan panjang. Engkau tentu tidak berani berpakaian ketat dan pendek. Engkau tentu tidak berani menampakkan sebagian atau seluruh bagian auratmu, atau menampakkan bentuk lekuk-lekuk tubuhmu. Demikian juga halnya di dalam kehidupan sehari-hari di luar (selain) shalat, tentu engkau pasti tidak berani menentang Allah dan Rasul-Nya. Engkau tahu dan paham, ajaran Islam termasuk cara berbusana tidak hanya diamalkan ketika shalat saja, tapi harus diamalkan dalam segala aktivitas kehidupan. Kata Ustadz Selengkpanya'

Yang Bersilaturahmi

  • 278,519 hits

Tausiyah Islami lewat email

Bergabunglah dengan 836 pengikut lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 836 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: